general

Banyak manusia yang mengira bisa berbangga dihadapan manusia lain, namun naas, saat meninggal, hanyalah tersisa satu hal, antara engkau dengan Allah, iaitu amalanmu. 

Betapa melelahkan diri manusia saat berhidup hanya untuk mencari ridho manusia.

Wahai diri, sungguh sampai engkau mati, takkan pernah tercapai keinginanmu untuk mencari ridho selainNya.

Maka carilah ridho Allah saja. Sungguh amalan kita itu sedikit, jangan kurangi lagi dengan mengharap pujian mereka. Maka ikhlaslah, ikhlaslah dalam amalan kita yang sedikit ini…

general

Salah satu pemikiran yang menenangkan hati ini…

Engkau tak akan ditanya kenapa engkau tidak seperti orang yang lebih tinggi tingkatannya di dunia daripada mu. Karena engkau hanya ditanya dalam jangkauan takdir yang Allah berikan padamu. Maka lepaskanlah jasad penuh hasad kepada tiap orang yang menunggulimu tentang urusan dunia. Karena di akhirat tentu berbeda. Sampai sini engkau tau, bahwa sesungguhnya yang kau kejar adalah jangkauan maksimal dirimu dalam himpunan takdirNya, bahwa hasadmu pada kebahagiaan orang lain tak berdampak apapun, bahwa seharunya engkau keras terhadap dirimu untuk mendapat hasil maksimal dari jangkauan amalan yang Allah takdirkan untukmu.

general

Pembatal-Pembatal Keislaman (نواقص الايلام)

بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

قال شبح الاسلام محمد بن عبد الوهاب -رحمه الله-: اعلم أن  نواقص الاسلام عشر نواقض

Berkata Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab -semoga Allah merahmatinya-: Ketahuilah bahwa pembatal-pembatal keislaman ada sepuluh

الاول: الشرك في عبادة الله تعالى قال الله تعالى في السورة النساء ٤٨ و قال تعالى في السورة الماءدة ٧٢ و منه الذبه لغير الله كمن يذبح للجن أو للقبر و أشهرها الشرك في عبادة الله

Pertama: Syirik dalam ibadah kepada Allah. Allah berfirman pada surat An Nisa: 48

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰ لِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ  ۚ  وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”

Dan Allah berfirman pada surat Al Maidah ayat 72

  ۗ  اِنَّهٗ مَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَـنَّةَ وَمَأْوٰٮهُ النَّارُ  ۗ  وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَارٍ

“Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.”

Diantaranya adalah menyembelih untuk selain Allah, seperti orang yang menyembelih untuk jin atau kuburan. Dan yang paling masyhur adalah syirik dalam ibadah kepada Allah

الثان: من جعل بينه و بين الله و ساءط يدعوهم، و يسألهم الشفاعة, و يتوكل عليهم، كفر اجماعا

Kedua: Barangsiapa menjadikan perantara-perantara antara dirinya dan Allah, ia menyerunya, meminta syafaat kepadanya dan bertawakal kepada-nya, maka ia telah kafir secara ijma

الثالث: من لم يكفر المشركين أو سك في كفرهم، أو صحح هذهبهم كفر

Ketiga: Barangsiapa tidak mengkafirkan orang-orang musyrikin, atau ragu atas kekafiran mereka, atau membenarkan ajaran mereka, maka ia telah kafir

الرابع: من أعتقد أن غير هدي النبي صلى الله عليه وسلم اكمل من هديه أو أن حكم غيره احسن من حكمه كالذين يفضلين حكم الطواغيت على حكمه فهو كافر

Keempat: Barangsiapa meyakini bahwa petunjuk selain petunjuk Rasulullah lebih sempurna dari petunjuk Rasulullah, atau hukumnya lebih bagus dari hukum Rasul, seperti orang yang mengunggulkan hukum Thagut atas hukum Rasul, maka ia telah kafir

الخامس: من أبغض مما جاء به رسول صلى الله عليه وسلم ولو عمل به كفر,

Kelima: Barangsiapa membenci sebagian dari apa yang dibawa oleh Rasul meski ia mengamalkannya, maka ia telah kafir

السادس: من استهزاء من دين الرسول صلى الله عليه وسلم أو ثوابه أو عقابه كفر، و الدليل قوله تعالى في السورة التوبه ٦٥-٦٦

Keenam: Barangsiapa memperolok sebagian dari agama Rasul, mengolok pahalanya dan sangsinya, maka ia telah kafir. Dalilnya adalah firman Allah pada surat At Taubah 65-66

قُلْ اَبِاللّٰهِ  وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْن لَا تَعْتَذِرُوْا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُم

“Katakanlah, Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak perlu kamu meminta maaf karena kamu telah kafir setelah beriman.”

السابع: السحر و منه الصرف و العطف، فمن فعله أو رضي​  به كفر، والدليل قبله تعالى في السورة البقرة ١٠٢

Ketujuh: Sihir, diantaranya sharf dan athaf. Maka barangsiapa melakukannya atau meridhainya maka ia telah kafir. Dalilnya adalah firman Allah pada surat Al Baqarah 102

وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَاۤ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُر

“Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.”

الثامن: مظاهره المشركين و معاونتهم على المسلمين والدليل قيله تعالى في السورة الماءدة ٥١

Kedelapan: Membantu kaum musyrikin dan menolong mereka dalam menghadapi kaum muslimin. Dalilnya adalah firman Allah pada surat Al Maidah ayat 51

ومَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاِنَّهٗ مِنْهُمْ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ

“Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

التاسع: من أعتقد أن بعض الناس يسعه الخروج عن شريعة محمد صلى الله عليه وسلم كما وسع الخضر الخروج عن شريعة موسى عليه السلام فهو كافر

Kesembilan: Barangsiapa meyakini bahwa sebagian manusia ada yang dibolehkan keluar dari syariat Muhammad sebagaimana Nabi Khidzir dibolehkan keluar dari syariat Nabi Musa, maka ia telah kafir

العشر: الاعراض عن دين الله لا يتعلمه ولا يعمل به، و الدليل قوله تعالى في السورة السجدة ٢٢

Kesepuluh: Berpaling dari agama Allah, tidak mau mempelajarinya dan tidak mengamalkannya. Dalilnya adalah firman Allah pada surat As Sajadah ayat 22

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ  بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ ثُمَّ اَعْرَضَ عَنْهَا ۗ  اِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِيْنَ مُنْتَقِمُوْنَ

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa.”


Lanjutkan membaca “Pembatal-Pembatal Keislaman (نواقص الايلام)”

islam

Syahadat Risalah

Syahadat itu ada 2 bagian:
1. Syahadat tauhid
2. Syahadat risalah
Kesaksian: Perkataan yang kita ucapkan dan tidak akan diterima sampai ada bukti/klarifikasi. Begitu juga kesaksian syahadat. Alah MUSTAHIL menerima kesaksian tanpa pembuktian. Allah berfirman pada surat Al Ankabut: 2-3: Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak DIUJI? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang BENAR dan pasti mengetahui orang-orang yang DUSTA.
Jahil dalam masalah ushuluddin itu tidak dimaafkan

Mengimani Rasulullah berarti mempercayai yang Rasulullah sampaikan. Dan setiap kepercayaan harus ada konsekuensinya:

  1. Percayai risalah beliau berlaku universal (Al Anbiya: 107, Al furqon: 1, Al Araf 158)
  2. Beliau penutup para nabi (AL Ahzab: 40)
  3. Beliau telah menyampaikan semua yang telah diwahyukan dari Allah “Wahai manusia, ingatlah tidak ada seorang nabipun sebelumku melainkan wajib baginya menunjukkan umatnya kepada apa-apa yang merupakan kebaikan bagi umatnya dan memperingatkan umatnya sebagai sesuatu yang membahayakan umatnya.” (HR. Muslim, Ahmad)
  4. Syariat yang beliau bawa, mengamanedemen seluruh ajaran sebelumnya. (Ali Imron: 19, Ali Imron: 85)
  5. Mengimani kemaksuman Rasulullah.
    – bisa berbuat dosa, namun langsung diampuni oleh Allah
    – jika berbuat dosa, diperingatkan oleh Allah (kesalahannya tidak dibiarkan)
    – maksum pada sifat wajib seorang Rasul: maksum dari berbohong, berkhianat, menyembunyikan.

Menilai suatu amalan itu baik atau tidak: Apakah amalat tersebut baik? Kok gak diajarkan Rasulullah? Ada 3 kemungkinan jawaban: Orang tersebut bohong, atau Rasulullah yang bohong? atau Rasulullah gak tau itu baik, kalau gitu, kenapa gak anda yang jadi Rasul? Disampaikan gak? Berarti Rasulullah tidak menyampaikan? Kalau menyampaikan, buktikan dengan dalil. Kalau dua pertanyaan itu tidak terjawab, berarti itu bukan kebaikan. Karena jika itu kebaikan wajib diajarkan Rasulullah. Dan Rasulullah dan pada sahabat adalah orang yang paling bertaqwa. Mereka saja tidak melakukan, kenapa kita melakukan? Cara beragama itu bukan dari perkataan fulan, fulan. Tapi qolallah, qola rasul.

general

Jaga benar-benar hati kita. Karena mungkin kita bisa terhindar dari riya, tapi bagaimana dengan ‘ujub? Menganggap dirinya memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Dan ketahuilah, ‘ujub lebih parah dibandingkan riya.

Riya, orang beramal karena Allah karena ingin dilihat manusia. (Mensyirikkan Allah dengan orang lain)
‘Ujub, menceritakan dan membanggakan dirinya untuk orang lain.(Mensyirikkan Allah dengan diri sendiri)

general

Karena hanya dengan kata-kata saja bisa membuat kita terjatuh dalam neraka. Maka perhatikan kata-kata dan tulisan kita.

“Kamu mengiranya remeh tetapi itu besar di sisi Allah.” [QS. An-Nur: 15]

“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan suatu kalimat yang remeh, tetapi karena itu dia tergelincir ke neraka sejauh antara timur dan barat.” [Muttafaqun‘alaih]

general

Kita sepakat bahwa akhir dari semua cerita dunia adalah surga atau neraka. Maka tidaklah kerumitan dunia itu bisa kita golongkan kecuali hanya dua: jalan menuju surga, atau jalan menuju neraka. Jika ada sesuatu yang samar, maka Rasulullah mengajarkan kita untuk tinggalkan. Maka sungguh jelas hal hal yang membawa kita ke surga, lantas kenapa kita tak bersegera?

general

Segala musibah yang engkau alami adalah penggugur dosa, dan sebaliknya, segala dosa pasti ada balasannya. Entah itu disegerakan atau ditangguhkan di akhirat kelak. 

Jangan bersedih jika engkau mendapat balasan dosa itu di dunia. Karena itu balasan yang Allah segerakan dan tentunya lebih ringan daripada ditangguhkan.

Ada yang menanggapi, barangkali itu ujian dari Allah? Nyatanya pasti ada suatu perbedaan yang seseorang rasakan ketika itu adalah ujian atau balasan atas dosa kita. Ya kan?

Semoga kita termasuk orang orang yang sadar akan perbuatan dosa kita dan beristigfar darinya. Sehingga Allah tidak murka dan tak menimpakan adzab kepada kita baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin.

general

Beban terberat suami terhadap keluarganya bukanlah mencari nafkah, karena ia sudah dijamin oleh Allah. Akan tetapi beban terberat itu adalah bagaimana ia menyelamatkan diri dan keluarganya dari api neraka, yaitu dengan pemahaman agama.

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ  نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ  لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim: 6)

(QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)

story

Jalan-Jalan Itu Membuatku Bersyukur

Ada waktu-waktu yang membuatku begitu bersyukur. Dimana yang aku lihat saat itu bukanlah yang ada di depan mataku. Melainkan jalan-jalan yang pernah aku lewati. Jalan-jalan penuh kenangan.

Jalan dimana anak-anak kelas XII main bareng ke kebun teh Kaligoa

Perjalanan jauh ke Jakarta bersama Wisnu untuk tes STIS

Jalan dimana bersama konco kontrakan main bareng ke Gedong Songo

Jalan dimana Anak Cowo Tengahan main ke Jogja bareng, ke Umbul Ponggok, ke Pantai sebelah Indrayanti, ke Goa Pindul, ke Sungai Oyo

Perjalanan satu bulan yang terkenang bersama tim KP mesindo 2016

Perjalanan solo ke UI Jakarta

Perjalanan ke UNY untuk mencoba LKTI pertama kalinya

Jalanan Jogja yang penuh kenangan bersama teman-teman Ganesha

Jalan-jalan sempit diantara dua lembah di gunung-gunung yang aku pernah daki

Jalanan lurus yang aku lewati di pantai selatan menuju Ciheras

Penyeberangan dan jalan-jalan rusak di pesisir Karimun jawa

Perjalanan malam Semarang-Solo

Jalan-jalan yang aku lewati untuk sampai rumah

Perjalanan KKL ke Surabaya-Bali

Jalan-jalan di tempat KKNku

Dan perjalanan lainnya

Dan semakin banyak jalan yang terload di memoriku, semakin aku harus bersyukur, betapa Allah banyak memberi nikmat perjalanan. Dengan perjalanan itulah aku lebih banyak menerima pelajaran hidup. Alhamdulillah

 

islam

Tutupi Aibmu

Tiap insan yang hidup pasti akan diuji. Salah satu dari ujian tersebut adalah ujian dosa. Sementara dosa adalah aib. Dan setiap aib harus ditutupi. Adapun saat ini, orang-orang justru berbangga dengan aibnya. Berbangga dengan dosa yang diperbuatnya. Maka ganjaran orang-orang yang seperti ini adalah tiada ampunan baginya dari Allah.

“Setiap ummatku akan mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla kecuali al Mujaahiriin yaitu semisal ada seorang laki-laki yang mengerjakan sebuah perbuatan (buruk –ed.) pada malam hari kemudian ia menjumpai waktu subuh dan Allah telah menutupi aibnya (berupa perbuatan buruk – ed.). Lalu laki-laki tersebut mengatakan, “Wahai Fulan, aku telah mengerjakan sebuah perbuatan buruk/jelek ini dan itu”. “Maka itulah orang yang malamnya Allah telah menutup aibnya lalu ia membuka aibnya sendiri di waktu subuh (keesokan harinya –ed.)” (Bukhari Muslim)

Lalu apa saja aib-aib yang secara tak sadar telah orang-orang sebarkan? Salah satunya adalah dosa-dosa yang kita sebar lewat status facebook kita, cuitan twitter kita, updatean path, foto-foto instagram.

Ketahuilah, aib adalah penyakit. Maka jangan sekali-kali engkau sebar aib itu atau engkau akan mendapatkan dosa jariyah. Sekalipun engkau mati, dosa yang engkau sebar akan terus mengalir.