Bahaya Pornografi Terhadap Hormon


Pornografi tentu sudah tak asing di telinga kita. Sayangnya banyak di antara mereka yang tak mengetahui betapa bahayanya pornografi itu. Di tubuh kita banyak hormon yang bekerja. Ada empat hormon yang dirusak cara kerjanya. Hormon ini jika bekerja secara normal akan menguntungkan kita. Nah, pornografi membuat keempat hormon ini keluar secara berlebihan dan terus-menerus.


  • Dopamine

Kalau Kamu datang telat, belum makan, pas datang ternyata soal ujiannya susah banget, Kamu pasrah, lunglai, merasa bakal jeblok nilainya gara-gara tidak ada satupun soal yang bisa Kamu kerjakan.

Lagi frustasi-frustasinya, tiba-tiba ketemu cara mengerjakan soalnya. YES! I Got it! Alhamdullillah. Bagaimana perasaanya? Senang yang bukan main bukan? Serasa puas campur bahagia. Seperti itulah efek hormon dopamine kalau sedang bekerja. Menimbulkan sensasi puas, senang.

Eits tunggu dulu, efek dopamine ternyata menimbulkan peningkatan kebutuhan level. Maksudnya, kalau kemarin Kamu puas dan loncat-loncat kegirangan karena mengerjakan soal anak TK, apakah besoknya Kamu mengerjakan soal yang sama Kamu merasa puas dan loncat-loncat yang sama dengan yang Kamu lakukan kemarin? Tentu tidak! Kamu mengerjakan soal anak SD, baru loncat–loncat kegirangan lagi. Betul tidak? Seperti itulah efek dari bekerjanya si dopamine.

NAH! Pornografi itu membuat si dopamine bekerja terus menerus! Sayangnya penyebab dia bekerja adalah karena pornografi! Mereka tahu itu salah, tapi tetap melakukannya. Mereka tahu itu salah, tapi tidak bisa melawannya. Itulah parahnya hormon dopamine yang dibikin bekerja secara terus menerus oleh pornografi!


  • Norepinefrin

Seorang pebisnis sejati otaknya pasti dipenuhi dengan peluang dan keuntungan. Ngeliat usaha yang bisa dijadikan ladang uang, selalu dimanfaatkan dengan baik. Instingnya ke bisnis! Nah inilah yang terjadi juga terhadap para pecandu pornografi. Otaknya selalu berputar–putar dengan yang namanya pornografi. Ngeliat yang ngerangsang dikit, otak udah ngebayanginnya yang lain-lain. Kalau ada perempuan yang memakai baju seksi, mungkin orang normal hanya kan berkata ”perempuan itu seksi”. Tetapi kalau orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir: gimana ya rasanya bersetubuh dengan dia.

Lagi berdiri di samping perempuan, langsung otaknya ngeres! Padahal perempuannya biasa aja. Gak ngedance, ngeliuk-liukin badan, apalagi striptise. Sama sekali enggak! Tapi otaknya orang tersebut yang menari-nari.

Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Ngerusak otak! Nah inilah yang sering digembor-gemborkan orang bahwa pornografi itu ngerusak otak. Inilah yang dimaksudkan. Sering terbayang selalu. Akibatnya tidak bisa berfikir jernih, malas belajar, malas mikir. Karena otaknya sudah dipenuhi dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak dia sambung-sambungkan dengan yang namanya seks. Kerjaannya siapa? Kerjaannya hormon neorupiniphrin yang sudah disutradarai oleh pornografi.


  • Serotonin

Saat seorang perokok lagi stress, dia akan merokok. Kenapa begitu? Karena rokok adalah sesuatu yang bisa membuatnya senang, tentram, damai. Itulah efek kerja dari hormon serotonin. Membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar. Nah, saat orang bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar. Fly. Lihat porno, fly, tenang, oke…

Efeknya? Setiap orang itu kesal, frustasi, sedih, kesepian, orang itu mengalamai hal yang menyulitkan dirinya, dia akan lari ke pornografi! Karena itu yang membuatnya tentram. Sedih ya? Yaiyalah. Kalo orang stress, pelariannya ke ibadah, mantep! Kalo pelariannya ke bermeditasi, keren! Kalau pelariannya ke hang out bersama teman-teman atau kalau yang perempuan shooping? Masih okelah. Lah kalau sebuah pelarian haruslah ke pornografi? Oh no!


  • Oksitosin

Anda tahu kenapa seorang ibu dengan anak–anaknya ada ikatan batin? Karena hormon oksitosinlah jawabannya. Saat seorang Ibu melahirkan, hormon oksitisoin terpancar banjir keluar dari tubuhnya. Nah efeknya, dia mencintai sesuatu yang membuat orang tersebut mengeluarkan hormon oksitosin itu! Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin.

Pornografi itu membuat hormon oksitosin bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses pornografi. Sudah tahu kan akibatnya jadi seperti apa? Dia menjadi terikat secara batin dengan pornografi tersebut. Makanya yang kecanduan pornografi itu, ada rasa kangen jika tidak melihat pornografi selama beberapa hari. Terikat batin dengan pornografi? Apa yang bisa dibanggakan dengan terikatnya seseorang dengan pornografi?


Jadi? Ambil langkah paling bijak untuk kebaikan hidup kita yang cuma satu kali ini🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s