Investasi Aman = Emas?


Emas. Logam mulia. Sebuah logam yang tak habis dibicakan dari waktu ke waktu. Sampai sekarang, orang-orang berbondong-bondong membeli emas, baik untuk perhiasan atau emas batangan. Kenapa? Mau investasi katanya.

gold

Sejak tahun 1971, harga emas mulai fluktuatif. Tahun 1981 merupakan rekor harga emas tertinggi dalam sejarah. 20 tahun setelahnya, harga emas berangsur-angsur turun. Namun setelah itu, harga emas kembali naik, bahkan melebihi harga di tahun 1981. Bisa disimpulkan, kenapa mulai abad 21 ini emas disebut-sebut sebagai investasi paling aman, karena harga emas yang relatif selalu naik dan selalu lebih tinggi dari inflasi. Benarkah?

Menurut data historis, hal ini mungkin saja benar. Terbukti harga tahun 2000an keatas terlampau tinggi dari harga tahun 1900an. Tapi, lihat grafik baru-baru ini. Harga emas tahun 2013 tidak lebih tinggi dari harga emas tahun 2010.

Menurut sebagian orang, emas bukanlah tempat investasi yang paling aman. Karena mereka berpendapat bahwa harga emas di setiap tahun naik/turun dikarenakan pemain besar (big boys) dari negara-negara yang mempunyai dana super besar untuk menggerakkan harga emas dengan aksi jual/beli emasnya. Terlepas dari aman tidaknya investasi emas, jika kita masih mempunyai tenaga dan pikiran, lebih baik uang yang kita punya diputar ke sektor usaha riil. Karena jika kita bisa mengelola dengan baik, tentu akan melebihi kenaikan inflasi. Tak bisa dipungkiri, walau harga emas sangat fluktuatif, tapi emas merupakan hedging (lindung nilai). Emas juga merupakan barang yang tak lekas rusak seperti uang kertas ataupun berkarat seperti uang logam. Walau pro dan kontra terus menerpa si Emas, tapi sampai saat ini transaksi di toko-toko perhiasan emas masih saja ramai jual/belinya. Jadi mau dikemanakan uang yang ada di tanganmu? Yang pasti, jangan biarkan uang itu membusuk di rekening bank.🙂

Note: Penting dicacat bahwa, salah satu bentuk emas, yaitu dinar (dan dirham jika perak) adalah mata uang yang digunakan rasul kita, muhammad salallahu ‘alaihi wasallam. Dan, kalau kita punya emas seberat 1 dinar (4,25 gram emas 22 karat) yang dibeli tahun 20xx dan dijual sekarang kemudian dibelikan kambing qurban tetap saja kita bisa membeli 1 ekor kambing standard qurban. “ALI bin Abdullah menceritakan pada kami, Sufyan menceritakan pada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan pada kami, ia berkata: saya mendengar penduduk bercerita tentang  Urwah, bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan uang 1 Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau (H.R Bukhari).” Jadi, gak ada salahnya ‘kan ngambil faedah ini untuk menyimpan dalam bentuk dinar dan dirham, karena rasul kita pun mengajarkan demikian.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s