Kompilasi Kutipan ~2014


  • Maka sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan
  • Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka berusaha mengubahnya sendiri
  • Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
  • Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk
  • Seandainya PLN mengumumkan akan memadamkan listriknya selama 3 hari tentu kita akan sibuk mempersiapkan penerangan tanpa listrik. Seandainya PLN mengumumkan akan memadamkan listrik 7 hari tentu kita akan lebih sibuk lagi mempersiapkan kebutuhan atau penerangan untuk menjalani pemadaman selama itu. Tapi sudahkah anda mempersiapkan gelapnya di alam kubur yang entah berapa lama dan apa yang terjadi dengan kita sewaktu berada di sana?
  • Bukan seberapa sibuk kita terhadap situasi yang kita hadapi, tapi seberapa besar manfaat untuk kita dan sekitar kita saat melakukan kesibukan kita itu

  • Kadang lebih baik tidak mengetahui sesuatu daripada mengetahui sesuatu
  • Bangga akan almamater atau banggakan almamater?
  • Mungkin saat kita mencoba menyerah karena lelah, itulah titik lelah terakhir kita sebelum berhasil. jadi teruslah berjalan!
  • Kita tumbuh dengan pikiran bahwa kita senantiasa tidak cukup, bahwa ada sesuatu yang keliru dengan diri kita. Lalu, hampir selama hidup kita berjuang keras untuk mendapatkan penerimaan dari orang lain. Namun sayangnya bahagia tidak sekompleks itu
  • Masa lalu bukan masalah ‘seharusnya’ tapi ‘barangkali’. Be positive
  • Terkadang beberapa manusia berada pada situasi sekarang karena tak mempunyai pilihan lain
  • Terkadang diam adalah pilihan terbaik disaat hati dan lidah lelah berkata
  • Ada satu waktu kita harus berhenti, menengok kebelakang, dan bersyukur
  • Hal yang membuat kita tidak mau melakukan hal yang benar hanyalah kita menolak untuk menerima konsekuensi. –Berani Mengubah, Pandji
  • Ini bukan mengenai seberapa keras kau memukul, Tapi seberapa keras pukulan yang dapat kau terima dan terus bergerak maju, mengenai berapa banyak pukulan yang bisa kau terima dan terus bergerak maju   –Rocky
  • Jika memang ada seseorang yang lebih pantas untuk mendapatkan suatu hal, kenapa kita harus ngotot untuk tetap mendapatkannya?
  • Jika kita terus-terusan berpikir kita sudah terlambat untuk memulai sesuatu, kita tak akan pernah mendapat hasil.
  • Jika kita terus menerus mengintip hasil yang didapat, kita tak pernah bisa terima berapa banyak waktu yang telah kita buang untuk hasil tersebut
  • Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah berarti memberi kesempatan Allah lebih ikut turun tangan dalam urusan kita
  • Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan
  • Yang diam, bukan berarti tak cinta. Yang banyak bicara, bukan berarti paling peduli. Karena hati letaknya tersembunyi, tak pantas bagi kita untuk menghakimi
  • 4 amalan yang susah dilakukan:
    • Memaafkan disaat marah
    • Beramal disaat susah
    • Tidak bermaksiat di saat sendiri
    • Berkata benar di depan penguasa
  • 4 hal yang tak dapat diraih kembali:
    • Batu setelah dilempar
    • Kata-kata setelah diucapkan
    • Kesempatan setelah berlalu
    • Waktu setelah beranjak pergi
  • Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara
    • Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
    • Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
    • Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
    • Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
    • Hidupmu sebelum datang matimu.
  • Ketika aku kecil, aku ingin menjadi presiden, aku ingin mengubah negaraku jika aku menjadi presiden—–Ketika aku anak – anak aku ingin jadi gubernur untuk mengubah paling tidak provinsiku—–Ketika aku remaja, kurasa keinginanku terlalu tinggi, aku cukup hanya mengubah kotaku menjadi lebih baik—–Ketika aku dewasa, rasanya sulit untuk mengubah kotaku, maka aku putuskan untuk mengajak keluargaku untuk menjadi lebih baik—–Ketika aku tua, aku baru sadar, bahwa aku tak bisa mengubah semua, kelurga, kota, provinsi, negara—–Andai dari kecil aku mengubah diriku sendiri, mungkin aku bisa mengubah keluargaku, mengubah kotaku, mengubah negaraku, bahkan mengubah dunia ini agar menjadi lebih baik. Tak bisa mengubah diri sendiri sebelum menyayangi diri sendiri, tak bisa menyayangi diri sendiri sebelum mengenal diri sendiri, tak bisa mengenal diri sendiri sebelum menerima diri sendiri apa adanya. –Ryan Sugiarto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s