Berorganisasi dengan Allah


http://anwarrosyidin.tumblr.com/post/87122731496/berorganisasi-dengan-tuhan

“Ah, rugi bandar lah pasti acara ini sampe sekarang sponsor ga dapet-dapet”

“Gue gak yakin deh acara ini bakalan berhasil”

“Gue gak yakin masalah ini bakalan selesai, semua udah gue lakuin..”

Juga mungkin kata2 negatif lainnya pernah hinggap dalam hati atau perkataan kita.

Dalam berorganisasi kita pasti akan bertemu pada sebuah siklus yang menjemukan. Yaitu ketika perasaan dan pikiran kita sampai pada sebuah titik jenuh. Dalam tahap ini perasaan lebih didominasi oleh rasa pesimis, bosan, lelah, “cepat panas” dan pikiran dipenuhi prasangka negatif.

Semua terjadi karena kita sibuk memikirkan keuangan yang tak jua menggenapi kebutuhan acara, padahal acara sudah mepet. Bosan dengan rapat-rapat rutin yang menyita banyak waktu kita. Berhadapan pada konflik yang tak kunjung usai, lelah lelah dan lelah! Rasa pesimis pun mulai tumbuh dalam hati kita, perasaan tidak berdaya kemudian rasa jenuh yang melunturkan semangat kita.

Ya, menjadi renungan juga menjadi evaluasi bagi diri saya pribadi. Seringkali perasaan itu muncul karena kita tak membawa Allah dalam kerja-kerja yang kita lakukan. Seringkali kita merasa bangga dengan kapasitas, pengalaman, dan gagasan-gagasan yang kita miliki. Sehingga kita menjadi angkuh, melupakan segala keagungan dan kebesaran yang dimilikiNya. Seolah-olah kita sanggup menyelesaikan semuanya sendiri. Hingga akhirnya Dia turunkanlah segala permasalahan, baru  kita sadar (dan masih banyak  juga yang belum sadar), bahwasannya kita ini Makhluk lemah tak berdaya jika disandingkan denganNya.

Sering kali kita sibuk mencari dana sana sini, tanpa ingat dialah yang Maha Kaya, pemilik Langit dan Bumi. Kita sibuk merayu donatur sini, donatur sana.. perusahaan sini, perusahaan sana.. tanpa pernah merayuNya dalam bait2 do’a yang kita panjatkan. Bumi dan seisinya aja kebutuhannya ia cukupi, apalagi sekedar memunuhi kebutuhan “sponsorship” kita??

Kita sering sibuk mengerahkan segala upaya kita untuk menyukseskan kerja-kerja kita. Padahal diatas sana ada yang menentukan berhasil atau tidaknya pekerjaan kita. Sekuat apapun kita berusaha, strategi yang matang, dana yang kuat, ide yang cemerlang, team yang solid, jika Allah tak mengizinkan kita berhasil ya sudahlah.. Catat ini!! Catat!!

Kita sibuk memotivasi dan menasihati orang lain agar berubah. Tanpa ingat, padahal Dialah yang Maha membolak-balikan hati. Kenapa kita masih juga angkuh untuk menyelesaikan semuanya sendiri?? Enggan memohon dan berdo`a, padahal Dialah yang Mengatur segala urusan. Ah, sungguh aneh kita ini.. udah tau lemah tapi sombongnya minta ampun.

“Ya Rabb, Luruskanlah selalu niat kami, agar engkau Ridha untuk menolong kami. Penuhilah hati kami dengan rasa ‘Lillah’ bukan ‘Lelah’ , Ikatlah selalu hati-hati kami agar selalu bersama dalam kebaikan Ya Rabb”

#RenunganPagiButa; Semarang, 02:00 29 mei 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s