Life is Choice, Which One Will We Choose?


satu sub bab dari buku Beyond the Inspiration (Felix Siauw) yang paling super ngena banget!

Hidup adalah pilihan, dan hanya ada dua jenis kematian yang bisa kita pilih: Mati khusnul khatimah atau mati su’ul khatimah? Banyak orang meninggal su’ul khatimah karena melupakan mati bisa datang pada mereka pada berbagai kesempatan. Berbeda dengan orang mati khusnul khatimah, mereka sadar kematian dapat menjemput mereka kapan saja. Karena itu, setiap aktivitasnya mereka selalu menyiapkan diri untuk menjemput kematian.

Seandainya hidup adalah perjalanan seperti yang dikatakan Rasulullah saw maka perjalanan ini pasti mempunyai ujung bernama kematian. Seandainya perjalanan ini di depan kita terlihat sebuah tikungan, maka yang harus kita pertanyakan: “Apakah setelah ini akan ada tikungan lagi atau ini tikungan terakhir?”. Seandainya itu adalah tikungan terakhir, bagaimana kita mau berjalan ke sana? Seandainya shalat nanti adalah shalat kita yang terakhir, bagaimana akan kita lakukan dan persembahkan shalat itu untuk Allah?

Seandainya ini adalah aktivitas kita yang terakhir, apa kita akan melakukan dengan sangat baik atau seadanya? Apabila Allah hanya memberi 24 jam lagi untuk hidup, bagaimana kita akan menjalaninya? Benarlah Allah menyampaikan bahwa kekhusyukan adalah hasil dari keyakinan manusia akan kematian dan perjumpaannya dengan Allah.

Januari 2009, 1400 Muslim syahid di Gaza. Mereka sedang shalat, yang mereka tahu bahwa sangat mungkin sekali ini adalah shalat terakhir mereka. Setelah itu, mereka akan berhadapan dengan senjata Israel yang sangat canggih. Seandainya anda berada di situ, khusyuk-kah shalat anda? Kita-kira apa yang anda lakukan setelah shalat wajib? Apabila ada saudara anda yang berbuat salah ataupun anda yang berbuat salah, akankah anda memaafkan dan meminta maaf kepadanya? Apabila anda mempunyai orangtua yang anda tinggalkan untuk berjihad, akankah anda akan mencium tangannya dan kakinya? Kalau anda memiliki anak yang anda tinggalkan, akankah anda berpesan kepadanya untuk selalu mengirimkan amal terbaik untuk anda? Ketika di saku anda masih ada uang yang bisa anda shodaqohkan, masihkah itu ditahan? Apabila Allah Swt mewajibkan anda untuk berdakwah, akankah kita malah beridam diri melihat kemungkaran? Apabila anda menyadari ajal di depan mata, amal apa yang akan anda perbuat?

Tentu saja setiap manusia akan selalu menyegarkan amal baiknya dan tidak terikat dengan dunia ketika dia yakin bahwa dia kan mati setelahnya. Pertanyaan berikutnya, “Mengapa kita sekarang tidak berbuat kebaikan-kebaikan seperti tadi?” Jawabannya sederhana: “Karena kita merasa hidup masih lama!” Bodohnya manusia!

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (Al Baqarah, [45-46])

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s