Akhir Semester 4.


Malam diujung waktu. Detik jam terus berdetak tak berhenti. Disini, dirumah yang kecil ini, aku merasakan syukur yang sangat banyak. Ya, atas segala rangkaian dari awal semester ini, hingga akhirnya aku berada di titik akhir ini, penuh syukur.

Tembalang yang damai. Di hari sebelum ini bahkan tak terpikir kata ini. Sebuah daerah yang dipenuhi oleh ribuan orang-orang yang menyiapkan masa depan Indonesia, motor yang bersliweran tak teratur, tugas yang tak kunjung selesai, egoisme tiap-tiap pribadi yang muncul tiap ujung jalan. Jauh. Hari ini rasa-rasanya kata itu benar terucap. Setelah semua perjuangan dan lelah ini, semuanya terbayar dengan rasa syukur di dalam hati tiap insan. Tembalang yang damai.

Tugas telah terselesaikan hari ini, Bu, Pak. Indah rasanya malam ini menikmati kembali masa-masa itu. Tapi masa ini terus bergerak. Perjuangan ini masih berlanjut, teman. Sisa lelah dari kuliah, praktikum, kegiatan diluar yang merupakan pilihan kita sendiri serasa indah. Hari-hari yang hanya akan diisi oleh penantian sebuah hasil perjuangan terpampang didepan. Siklus hidup kembali terbentuk secara normal. Hari yang tenang.

Pulang ke kampung setelah berjuang selama lebih kurang empat bulan. Suasana sepi kota rantau menjadi tontonan monoton. Menghirup udara pagi terakhir disana yang akan menjadi hal paling disyukuri. Hari yang mengharu biru.

Lalu dengan sebuah perjalanan kita semua kembali. Tempat dimana kita mulai semua ini. Tempat sejuta kenangan. Tempat yang gak ada yang lebih nyaman darinya. Rumah. Waktu berselang, rasa itu muncul. Bahkan lelah yang dibenci menjadi bentukan sendiri di dalam diri ini. Satu per satu aku penasaran dengan mereka, teman seperjuanganku. Dimana saat-saat kami bersama, saat-saat berfikir dan berkorban waktu, tenaga dan pikiran bersama. Yeah, kangen.

Hari berganti, tak terasa setengah tahun kedepan menjelang. Semua di set ulang ke permulaan. Hari hari berat setelah rasa rindu yang meradang ini menghadap. Semua seharusnya siap dengan pilihan yang diambil. Dan pada hari itu, semua dimulai kembali.

Kadang jadi suka banget sama ending yang kayak di atas ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s