Taqwa dan Tawakkal


(وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ…(٣…

Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (QS At Thalaq 2-3)


Saat kita ditimpa musibah atau masalah, sudah seharusnya sebagai mukmin khusnudzon kepada Allah karena bisa saja Allah menguji kita karena Allah cinta kepada suatu kaum:

Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).


Selanjutnya, setelah kita tau taqwa dan tawakkal adalah kuncinya, serta memahami bahwa Allah cinta kepada suatu kaum dengan mengujinya, adalah definisi taqwa. Taqwa bukan berdasarkan perasaan sendiri, namun menurut kriteria. Menurut Ali Bin Abi Thalib, RA, taqwa adalah:

الْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيْلِ وَالْعَمَلُ بِالتَّنْزِيْلِ وَاْلإِسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ وَالرِّضَا بِالْقَلِيْلِ

Takut kepada Allah yang Maha Mulia, mengamalkan apa yang termuat dalam at tanzil (Al-Qur’an), mempersiapkan diri untuk hari meninggalkan dunia dan ridha (puas) dengan hidup seadanya (sedikit).


Selain itu, seorang mukmin juga memiliki sifat:

  1. Syukur saat mendapat nikmat. Mengucap (dibawah) saat mendapat nikmat.
    حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير
    Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir (Cukuplah Allah menjadi Penolong bagi kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung)
  2. Sabar saat mendapat cobaan. Mengucap (dibawah) saat mendapat cobaan.
    انا لله وانا اليه راجعون
    Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali)

Tawakkal

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

Dari Umar bin Khattab ra berkata, bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sekiranya kalian benar-benar bertawakal(menyerahkan) kepada Allah SWT dengan tawakal yang sebenar-benarnya, sungguh kalian akan diberi rizki (oleh Allah SWT), sebagaimana seekor burung diberi rizki; dimana ia pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar, dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah)


Terakhir, sudah seharusnya kita mengharap ridho Allah semata dalam berkehidupan (setelah bertaqwa dan bertawakkal) karena hanya dengan ridhoNya-lah kita bisa mengakhiri hidup dalam keadaan khusnul khotimah. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan. Aamiin🙂

Nasihat Akhir Ramadhan, Masjid Agung Darussalam Purbalingga

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s