Kebahagiaan Menurut Al Qur’an


يَوْمَ يَأْتِ لاَ تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ

“Ketika hari itu datang, tidak seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia.”

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُواْ فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ

“Maka adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di sana mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih”

وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا

“Dan adapun orang-orang yang berbahagia, maka (tempatnya) di dalam surga.” (QS.Huud:105,106,108)


Kata bahagia dalam Al Quran hanya muncul satu kali, dan menjelaskan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang berada di dalam surga. Iya. Kebahagiaan sejati adalah saat kita berada di dalam surga, selain itu? Kebahagiaan semu.

Karena itulah kawan, sudah seharusnya kita di dunia tak pernah berhenti dan tak lelah untuk terus berbuat baik dan beramal agar kita mencapai kebahagiaan menurut al quran tersebut. Sudah seharusnya bukan saat waktu tua kita bernostalgia, tapi nanti, di surga nanti kita bernostalgia tentang dunia.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dimasukkan ke dalam jannahnya. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s