Untuk (Kita) Para Pecandu Sosial Media


Untuk memenuhi rasa penasaran manusia, diciptakan sosial media. Kemudian kita terlena didalamnya berjam-jam hanya untuk memenuhi rasa itu. Pedang waktu mulai menebas waktu berhargamu saat engkau mulai menilik satu per satu profil orang atau sekadar menscroll terus-menerus berandamu. Dan bodohnya, kita melakukan itu setiap hari. Of course theres no big difference in every people. Gak bakal ada perbedaan signifikan orang-orang yang berada di friendlistmu dalam hitungan hari. Engkau hanya membuang waktumu! Jika kau ingin melihat perbedaan mencolok dari teman-temanmu maka tutup sosial mediamu, dan jalani kehidupanmu. Buka beberapa tahun lagi saat kau telah sadar bahwa sosial media hanya akan mejauhkan yang dekat darimu, dan membuang sebagian besar dari waktu berhargamu.


Apa benar yang engkau cari di tempat ini (sosial media) adalah ridho Allah? Ataukah ridho Manusia? Maka lihatlah, jika hatimu senang terhadap orang yang mengujungimu (menyukai, berkomentar, dll) berhati-hatilah dengan penyakit riya’ , atau jika tidak, berhati-hatilah jangan-jangan engkau sedang mencari ridho manusia. Ketahuilah, sejauh engkau mengayuh sepeda berkeliling dunia, atau berlayar mengarungi semua samudera, engkau tak akan pernah mendapati semua orang akan meridhoimu. Kalaupun kebanyakan akan meridhoimu, mereka bisa apa terhadap kehidupanmu? Sungguh, ridho manusia tak lain hanyalah sampai lisannya saja, ia takkan mampu membuatmu lebih baik ataupun lebih buruk. Iya. Maka carilah ridho Allah di setiap waktu. Jika itu sulit untukmu, menjauhlah. Lain dari itu, ketahuilah sesungguhnya tak ada yang perlu kita bicarakan kecuali komunikasi yang penting di sosial media dan ajakan untuk berdakwah serta berkata-kata yang baik. Kenapa?

  • Rahasiakan rencana kita:
    Rasulullah bersabda: Bantulah kesuksesan hajat-hajat kalian dengan merahasiakannya, karena setiap orang yang memiliki nikmat itu akan menjadi sasaran hasad orang lain. [Silsilah Shohihah: 1453]
    Iya, kita diajak untuk merahasiakan rencana-rencana kita. Maka tak perlu kita memerkan apa yang akan kita lakukan kedepan, rencana-rencana besar kita. Apalagi jika itu ditujukan untuk menyombongkan diri dan mengharap ridho orang lain.
  • Menghindari ‘ain:
    Rasulullah bersabda:
    ’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim)
    Pandangan mata, atau diistilahkan dengan ‘ain, adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang dianggap bagus disertai dengan kedengkian yang muncul dari tabiat yang jelek sehingga mengakibatkan bahaya bagi yang dipandang. (Fathul Bari, 10/210). ‘Ain dapat terjadi dari pandangan yang penuh kekaguman walaupun tidak disertai perasaan dengki. Demikian pula timbulnya ‘ain itu tidak selalu dari seseorang yang jahat, bahkan bisa jadi dari orang yang menyukainya atau pun orang yang shalih. (Fathul Bari, 10/215). Imam Al-Qasthalani berkata: Apabila seseorang itu melihat sesuatu kepada orang lain dengan penuh kekaguman (tanpa dibarengi dzikrullah) maka bisa terjadi suatu bahaya kepada orang yang dipandangnya. Dan pandangan orang itu seperti panah beracun yang siap untuk menikam korbanya.
    Apabila kita telah sukses dengan suatu rencana pun, kita harus bisa memanage, apakah kita mempublish sesuatu untuk benar-benar menceritakan nikmat Allah atau bukan. Kadang kita tak panjang pikir untuk langsung mempublish tanpa mempertimbangkan apakah ada orang yang akan hasad terhadap kita, atau pun orang yang tak mengetahui adab dalam melihat kekaguman (yang seharusnya dibarengi dzikrullah).

Untuk diri ini, dan orang-orang yang  berusaha menjauh dari keburukan sosial media. Allahul musta’an.


 

Barangsiapa percaya dan yakin akan hari pembalasan, jaga dan minimalkan postingan di dunia mayamu, kurangi jam menatap sosial mediamu, karena kita tak tau apakah tulisan dan waktu yang kita gunakan di dunia maya ini benar-benar memberatkan timbangan amal baik kita atau tidak.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s